Research

PHINTAS Weekly Report 12 Maret 2018

DJIA mencatatkan all-time-high pada perdagangan Jumat (9/3), didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi. U.S. Non-Farm Payrolls bertambah 313,000 di Februari, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang hanya sebesar 205,000. Meski demikian, average hourly earnings tumbuh lebih lambat di Februari, yaitu sebesar 2.8% yoy. Kedua data ini meredam spekulasi (percepatan) kenaikan the Fed Rate. Dengan demikian, hal ini menjadi sentimen positif bagi sejumlah bursa regional pada pagi hari ini (12/3), seperti Nikkei (+2.15%) dan KOSPI (+0.79%). Meski demikian, steel producers masih menjadi laggards bagi Nikkei dan KOSPI, mengingat Jepang dan Korea Selatan termasuk dalam top 10 sources of U.S. Steel imports.

 

Meredanya spekulasi the fed rate berpotensi memicu apresiasi terbatas nilai tukar Rupiah yang masih tertahan di atas Rp13,700 per USD (12/3). Dengan demikian, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound pada hari ini (12/3). Sektor Perbankan, Properti (terutama building construction), semen dan Consumer Goods berpeluang menjadi mover IHSG (12/3). Untuk sepekan kedepan, Investor akan mencermati data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) ditengah kekhaatiran dampak kebijakan proteksionisme AS, serta pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

 

Top