Research

PHINTAS Weekly Report 2 April 2018

Isu perang dagang diperkirakan akan menjadi fokus investor pada hari ini (2/4) seiring dengan pnetapan tarif impor bagi 128 produk Amerika Serikat (AS) oleh Tiongkok yang akan berlaku mulai hari ini (2/4). Penetapan tarif ini merupakan bentuk perlawanan Tiongkok terhadap AS yang telah menetapkan tarif impor bagi baja dan alumunium dan rencana pengurangan investasi Tiongkok pada sektor teknologi AS. Seiring dengan tutupnya perdagangan saham di beberapa negara, dampak sentimen perang dagang diperkirakan terbatas.

 

Dari domestik, Indonesia hari ini (2/4) akan merilis data inflasi bulan Maret 2018 yang diperkirakan cenderung stabil pada level 3.32% YoY dan 0.12% MoM, dimana proyeksi ini masih dalam rentang target infalsi Bank Indonesia (BI) yang sebesar 3.5% plus minus 1%. Inflasi diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan bulan Februari 2018 (3.18% YoY) dikarenakan tekanan kenaikan harga komoditas pangan. Sedangkan kenaikan Pertalite pada Maret lalu diperkirakan berdampak minim terhadap inflasi. Inflasi yang stabil menjadi sinyal solidnya fundamental ekonomi domestik dan potensi perbaikan daya beli masyarakat. Sektor perbankan dan perdagangan diperkirakan masih menarik. Investor dapat mencermati emiten pada sektor ini seperti BBRI dan RALS.

Top