Research

PHINTAS Weekly Report 11 Maret 2019

Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu (8/3). Pelemahan disebabkan oleh data ekonomi AS, dimana penambahan jumlah pekerjaan bulan Februari turun menjadi 20,000 yoy, jauh lebih rendah dari perkiraan yang sebesar 180,000 dan merupakan yang terendah sejak September 2017 (8/3). Sebelumnya (6/3), data lapangan kerja (non-pertanian) versi ADP bulan Februari turun menjadi 183,000 dari proyeksi sebesar 190,000. Sementara dari kawasan Eropa, Presiden ECB, Mario Draghi menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa untuk tahun 2019 dari 1.7% menjadi 1.1%, seiring masih berlanjutnya trade war (7/3). Data-data ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko perlambatan ekonomi global, sehingga memicu terjadinya aksi jual.

Dipicu oleh kekhawatiran terhadap risiko perlambatan ekonomi global, awal perdagangan Senin (11/3), beberapa bursa kawasan regional cenderung mixed, diantaranya ASX200 (-0.35%), KOSPI (-0.29%), dan Nikkei225 (+0.18%).

Dari regional (8/3), data ekspor Tiongkok bulan Februari turun 20.7% yoy dibandingkan proyeksi sebesar 4.8% yoy. Hal tersebut mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi Tiongkok akibat trade war. Berbagai sentimen negatif eksternal tersebut mendasari proyeksi beranjutnya pelemahan IHSG di awal pekan ini (11/3) ke kisaran 6360-6380. Dari dalam negeri, investor perlu mencermati rilis data penjualan ritel bulan Januari yang dapat mempengaruhi IHSG (11/3).

 

Top