Research

PHINTAS Weekly Report 13 Agustus 2018

Meningatnya tensi geopolitik antara AS dengan Turki memebrikan sentimen bagi kinerja Wall Street yang ditutup melemah akhir pekan lalu (10/8). Rencana presiden AS, Donald Trump, untuk meningkatkan tarif bagi produk metal dari Turki sebanyak dua kali lipat memicu kekhawatiran investor terhadap kondisi global. Hal ini tidak hanya berdampak negatif bagi mata uang Turki, Lira, tetapi juga turut menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar Euro terhadap dolar AS. Hal ini memicu aksi sell off dan menekan kinerja bursa global Eropa pada akhir pekan lalu (10/8). Nilai tukar Yen Jepang sebagai aset safe haven kembali menguat terhadap dolar AS ditengah situasi global yang kurang kondusif.

 

Diluar dari sentimen ekonomi, meningkatnya tensi geopolitik ini akan membayangi kinerja bursa regional dan domestik pada pekan ini. Selain itu, investor juga akan megantisipasi rilis data ekonomi Tiongkok seperti produksi industri bulan Juli 2018 (14/8) dan tingkat pengangguran Juli 2018 (14/8) akan menjadi fokus investor. Dari domestik, investor juga akan menanti rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan Juli 2018 (15/8) dan hasil RDG BI (16/8) ditengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah pasca rilis data defisit transaksi berjalan (current account deficit) Q2-2018 yang semakin melebar terhadap PDB (-3.00% vs –2.15% MoM).

Top